Senin, 25 Januari 2010

mimpiku rasanya makin jauh, harapanku rasanya makin ngambang

"Besok muthia cita-citanya pengen jadi apa?" 

"Hmm thia pengen jadi dokter mah. bisa nggak yaa mah?"

"Asal rajin belajar trus rajin solat pasti Allah juga bakalan bisa sayang :)"

Yaa... begitulah kira-kira percakapanku dan ibuku sekitar 11 tahun yang lalu. Aku masih inget banget dengan semua keadaan hidupku yang semuanya indah, aku jadi anak yang paling dimanja ditambah keterpenuhinya semuaa kebutuhanku tanpa perlu aku minta lebih dahulu dari orang tuaku. Punya 5 orang kakak yang begitu menyayangiku seperti boneka kecil yang selalu dijadikan hiburan tiap harinya setelah mereka sibuk beraktifitas masing-masing.

Cita-citaku tetap stagnan sampai aku masuk SMP. hanya saja, sejak aku mulai mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran Biologi dengan berbagai nama-nama ilmiah yang susahnyaa tujuh turunan untuk dihafalkan. aku mulai maju mundur.

Masuk SMA, prestasiku makin menurun. Karna mungkin rasa ketidaknyamananku di sekolahku yang baru. tapi menginjak tahun kedua dengan lolosnya aku masuk ke program Ilmu Alam, aku terima banyak kritikan untuk mengubah "main-set"ku supaya aku bisa mendongkrak prestasi sekolahku lagi yang sempat down. 

Ditambah ada dia, aku juga semakin termotivasi. 

ditambah ada dia pula, aku tiba-tiba teringat dengan cita2 masa kecilku dulu. Tapi aku sadar. Sekarang, aku bukan muthia kecil yang dulu. aku bukan muthia yang bisa terpenuhi semua kebutuhannya tanpa perlu meminta dari orang tua. semuanya berubah. Terlebih, aku begitu sadar diri kalau aku nggak punya kemampuan setinggi dia, untuk bersaing dengan banyak orang untuk bisa masuk ke Fakultas Kedokteran.

FK - Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.

1. Berapa ratus juta dulu untuk bisa menjadi mahasiswi di sana?

2. Perlu NEM setinggi apa untuk bisa lolos saing dengan ribu2an orang yang juga punya keinginan yang sama denganku?

hmm,

mimpiku rasanya makin jauh, harapanku rasanya makin ngambang

2 komentar:

  1. walau kadang cita2 g sesuai dengan harapan tapi hrs tetap optimis menatap ms depan.

    BalasHapus
  2. iya sih, tp kita jg seringnya inget sm filosofi utk tdk sperti "punguk merindukan bulan" kan?

    BalasHapus

Sample Gadget 2

Pengikut