Senin, 30 Juli 2012

Kopi VS Es Krim


Ketika orang lain menyukai kopi,
aku lebih suka es krim

sehangat dan semanis apa pun secangkir kopi pada awalnya,
pasti masih menyisakan ampas yang hitam, pekat, dan pahit pada akhirnya

sedingin apa pun es krim hingga membuat gigimu linu pada awalnya
pasti akan ada rasa manis yang tersisa dan membaikkan suasana hatimu pada akhirnya

ku ibaratkan kopi ini adalah Mr. X
dan es krim di sini dengan Mr. Y

ketika aku terlibat dalam sebuah percakapan dengan si kopi dan si es krim, aku mencoba membuat perbandingan, dan perbandingan itu tampak nyata.

Percakapan dengan si kopi terasa begitu hangat, terlebih dengan kata-kata manis yang ditawarkan dari si kopi. Terlebih jika ia menambahkan susu dan float di atasnya. Tapi setelah kopi ku hisap perlahan, makin lama aku makin terasa aneh, perutku semakin kembung dan kepalaku juga semakin pusing karena kafeinnya, semacam percakapan yang dibumbui bualan, rasa yang dilebih-lebihkan, dan kepura-puraan yang menghangatkan di awal tapi malah membuat susah tidur semalaman.

Ya seperti itulah gambaranku dengan secangkir kopi.
Namun di sisi lain aku merasakan hal yang berbeda dengan si es krim

Aku sentuh wadahnya saja sudah dingin, apalagi jika sudah menempel di lidahku dan kemudian menyerang gigiku yang kadang bisa membuatnya linu sementara. Dinginnya es krim persis dengan peercakapan yang ku rasakan bersama Mr. Y, cenderung terlihat tidak mempedulikan, acuh, dan lama memberikan tanggapan. Tapi setelah lama ku telaah, es krim tidak benar-benar dingin. Dia manis, lembut, dan begitu mudah lumer di lidahku, memberi rasa nyaman seakan membawaku ke mood yang lebih baik. Sikap dinginnya di awal sekejap terbayar dengan segala kata-katanya yang tenang dan lembut hingga bisa membawaku ke dalam rasa nyaman untuk jauh tenggelam dalam percakapan selanjutnya hingga suapan es krim terakhir ku habiskan

Lucu ya?

Tapi itu menurutku, mungkin bagi mereka pecinta kopi pastilah punya pendapat dan analogi yang berbeda. Itu sah dan biasa. Setidaknya kesukaanku pada es krim, bisa ku terapkan dalam memilih lawan bicara, teman curhat, atau mungkin pasangan? Who knows...? ;)

2 komentar:

  1. pada akhirnya tetap teh hangat lah yg lebih dewasa, atau coba aja jus jeruk, ceria dan sensasional. Atau susu coklat, raja dari semua minuman susu :D

    BalasHapus
  2. analogimu untuk teh hangat sama jus jeruk bisa jadi masukan, mas...
    nah sekarang kalo analoginya susu coklat? emmm *mikir :D

    BalasHapus

Sample Gadget 2

Pengikut