Kamis, 04 April 2013

Last Destination vs Rest Area

Perjalanan Panjang
Bertepatan dengan long weekend minggu lalu, aku baru saja menghabiskan waktu bersama keluarga dengan melalui perjalanan dari Semarang-Jogja-Bandung-Jakarta dan akhirnya dari Jakarta kami berpisah. Kakakku ada yang tetap di Jakarta, pulang ke Semarang, Jogja, dan aku sendiri langsung kembali ke Solo.

Ketika perjalanan kami berlangsung dari Bandung menuju ke Jakarta yang melewati Tol Cipularang membuatku terinspirasi untuk membuat analogi (lagi).

Di tengah perjalanan, tepatnya di KM 97 kami sempat berhenti di tempat peristirahatan yang biasa disebut dengan Rest Area. Kakakku sengaja memilih rest area di KM 97 karena di sana masjidnya besar dan pemandangan yang bisa dilihat dari masjid tersebut memang benar-benar indah. Selain itu, pilihan makanan yang tersaji di sana pun beraneka macam dengan SPBU yang cukup banyak sehingga tidak perlu mengantre terlalu panjang.

Dengan segala kenyamanan yang ada di rest area tersebut, aku hampir saja lupa bahwa perjalanan masih sangat jauh untuk mencapai Jakarta. Aku hampir saja terlalu tenggelam dalam rasa nyaman dengan percakapan hangat antara anggota keluarga sambil menikmati hidangan makan siang dengan suasana yang sangat mendukung. Hingga pada akhirnya kakakku memutuskan untuk mengajak kami semua kembali ke mobil dan melanjutkan perjalanan.

Sesampainya di Jakarta, semua berjalan seperti yang sudah direncanakan. Satu kata yang bisa aku katakan, menyenangkan. Aku bahkan hampir lupa dengan kegalauan hati yang sempat aku bawa dari Solo, entah masalah tugas, ujian, dan 'lain-lainnya'. Hingga kami memutuskan untuk bermalam di sebuah hotel di daerah Cikini untuk melepas lelah. Hotel yang cukup nyaman, dengan fasilitas bintang tiga dan keramah tamahan yang ditawarkan, aku semakin dibuat kerasan.

Hingga akhirnya hari Minggu pun datang dan perpisahan untuk pulang pun harus kami lakukan. Tepat pukul lima sore aku sudah mendarat di Bandara Adi Soemarmo, Solo. Setelah solat Ashar dan menaiki taxi, akhirnya tepat pukul enam sore aku sampai di kost. Saat ku buka kamarku, aku hanya bisa tersenyum sambil berkata,"aku pulang,"

Setelah aku merasakan rasa nyaman di rest area dan akhirnya aku kembali merasakan makan sendirian di burjo, merasakan tidur nyaman di hotel dan akhirnya kembali tidur nyenyak di kasur kapuk kamar kost, semuanya membuatku berpikir, lelahku dalam perjalanan panjang mungkin bisa ku hapus saat berada di tempat peristirahatan, tapi aku tetap akan pulang ke tujuan akhirku, the last destination.

Kadang aku juga berandai-andai,
Aku juga ingin dijadikan sebagai tempat seseorang kembali pulang atas perjalanannya yang panjang, bukan lagi sekedar menjadi tempat peristirahatan, yang hanya untuk mampir singgah sebentar, lalu pergi lagi.
Aku dengan segala kekuranganku dan kesederhanaanku ingin menjadi rumah dari seseorang, the last destination of somebody's long trip, dirindukan dan selalu diharapkan di waktu liburan, di tengah-tengah penatnya kesibukan di perantauan.

I'm available for your last destination not just for your rest area :')

Solo, 3 April 2013
DNMS

2 komentar:

  1. I have no idea, there should be many individuals who want you to be their last destination. A bright woman like you.

    BalasHapus
  2. Don't commend me.. I'm still not suitable enough for being 'home' yet

    BalasHapus

Sample Gadget 2

Pengikut