Rabu, 05 Maret 2014

Melewati Masa Jahiliyah




Oleh: Muthia Sayekti

Setiap orang pasti pernah berada pada titik terendah dalam perjalanan hidupnya. Sebagian dari mereka lolos dari keterpurukan untuk kembali bangkit dan terus berjalan dan sebagian yang lain ada yang gagal dan akhirnya tidak mampu melanjutkan kehidupan. Bahkan ada sebagian lainnya lagi yang memilih menikmati keterpurukan dan tak kunjung bangkit untuk memperbaiki keadaan. Semua tergantung pilihan dan upaya masing-masing. Karena skenario hidup setiap orang di dunia ini memang sudah didesain sedemikian rupa untuk menghadapi perputaran hidup setiap harinya.

Permasalahan hidup dan kondisi keterpurukan memang pasti terjadi pada siapa saja, tidak terkecuali para artis yang notabene manusia biasa. Sering kita melihat perubahan-perubahan drastis yang dialami oleh public figure yang dinilai cukup signifikan. Di sini saya akan mengambil salah satu contoh artis yang telah melewati fase kritisnya kehidupan hingga membuatnya nekad untuk bertingkah gila.

Marshanda

Mantan pemeran utama dalam Sinetron Bidadari ini beberapa waktu lalu sempat menghebohkan dunia infotainment dengan tindakannya yang mengunggah video yang cukup kontroversial.  Setelah keputusannya untuk mengubah warna rambutnya menjadi pirang yang menunjukkan ekspresi “kebebasan”, ia pun mengunggah video dirinya sendiri yang sedang meluapkan emosinya pada teman-temannya sejak SD.  Ia nampak begitu emosional dan ekspresif dalam video tersebut hingga membuat banyak kalangan termasuk fansnya terkejut atas berita ini.
Alih-alih setelah mengadakan konferensi pers, Marshanda mengaku bahwa ia memang sedang mengalami tekanan yang berkepanjangan dan memuncak hingga meluap ketika video itu diunggah. Tepatnya pada tahun 2009 berita ini muncul. Namun selang beberapa tahun kemudian Marshanda muncul sebagai sosok yang lebih tenang dan religius. Dengan menggandeng Ben Kasyafani, Marshanda tampil sebagai seorang muslimah yang berbanding terbalik ketika video “emosional”nya itu diunggah. Marshanda pun menyatakan bahwa kejadian itu membuatnya mampu lebih dekat dengan Tuhan dan berinterospeksi diri atas kesalahannya.













Perubahan Marshanda yang saya ulas saat ini merupakan perspektif pribadi saya yang berdasar pada artikel-artikel yang saya baca. Namun tidak ada salahnya kita meneladani kisah orang lain sebagai pengalaman yang berharga.

Marshanda yang sejak kecil harus hidup dalam situasi broken home membuat ia harus di-bully oleh teman-temannya. Pemikirannya yang selalu berangan-angan untuk memiliki keluarga yang ideal dan harmonis membuat ia merasa tertekan.

Setelah ia mulai mencapai kesuksesan di dunia entertainment, ia lagi-lagi harus merasa tertekan oleh cara berpikirnya sendiri yang tidak pernah merasa puas dan bersyukur. Padahal beberapa penghargaan telah berhasil diraihnya. Namun, ia tidak pernah merasa puas dengan pencapaiannya yang membuat ia menjadi merasa tertekan secara perlahan. Tekanan itu terus ia pendam hingga mencapai titik klimaksnya pada tahun 2009 tersebut.

Namun, lihatlah dia sekarang dengan keanggunan jilbabnya bersama putri kecilnya. Ia kini sudah menjadi ibu muda yang bahagia dan menjadi istri yang sah dari lelaki tampan bernama Ben Kasyafani. Masa-masa beratnya pun sudah terlewati. Ia pun mengungkapkan bahwa ia memang menyesal, tapi akan lebih menyesal lagi jika kejadian itu terjadi saat ia sudah menjadi ibu. Biar dia mengenang kesalahannya di masa lalu dan mulai menulis kisah bahagia baru bersama keluarga kecilnya. Sebab pada dasarnya, setiap manusia berhak untuk melalui masa jahiliyahnya masing-masing. Tidak terkecuali seorang public figure seperti dia.

Biar kesalahan tenggelam dalam air mata penyesalan. Biarkan kelamnya masa lalu tenggelam dalam kenangan. Tuhan kadang mengizinkan kita memeroleh kebaikan dengan cara mengizinkan kita untuk berbuat kesalahan di awal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sample Gadget 2

Pengikut