Sabtu, 10 Oktober 2015

Definisi Mandiri

Mandiri, berdikari, merdeka. Ketiga kata tersebut selalu merujuk pada makna positif yang selalu dibanggakan semua orang. Tapi independensi yang diagungkan banyak orang itu seringkali tidak diimbangi dengan kesiapan mereka untuk berjuang sendirian.

Hari ini saya belajar dari perjuangan seorang Lantip alias Wage yang berada dalam kisah Para Priyayi yang ditulis oleh Umar Kayyam. Sejak kecil ia tak tahu siapa ayahnya. Ia tumbuh sebagai anak penjual tempe yang begitu miskin. Namun nasibnya beruntung karena seorang priyayi yang menjabat menjadi seorang guru berkenan untuk merawat, membesarkan, serta menyekolahkannya ke pendidikan yang lebih tinggi.
Namun keberuntungannya tersebut harus ia syukuri di balik pahitnya hidup sendiri karena saat ia beranjak remaja, ibunya pun turut berpulang.

Hidup seorang Lantip begitu keras.

Sama juga seperti Rasulullah. Beliau SAW sejak kecil juga telah menjadi yatim piatu. Bahkan amanahnya sebagai seorang utusan Tuhan bukanlah perkara yang main-main.

Kadang aku malu jika aku terlalu meratapi nasib atas kesendirianku. Yang jauh baik fisik maupun batinnya dengan keluarga. Berkawan banyak walaupun tetap harus memiliki dinding pembatas.

Padahal sendiri juga bisa jadi berkah. Al Ghazali pun pernah menulis bahwasanya uzlah (mengasingkan diri) alias menyendiri guna bertafakur merupakan suatu hal yang lebih baik daripada ibadah setahun. Lagipula Tuhan tahu aku masih kuat dan mampu untuk melewati permainan kehidupan ini sendiri tanpa perlu berteman sepi.

Definisi kemandirianku saat ini lebih tertuju pada kemandirian finansial, yang halal lagi berkah. Aku sadar tugas dan tanggung jawab moralku masih banyak yang belum terpenuhi. Sehingga  aku ditakdirkan untuk menyelesaikan semua itu sendiri.

Siapa yang menyangka... siapa tahu (naudzubillah) jika aku terlalu terburu nafsu untuk mengikuti ego, aku justru mendapat malapetaka.

Yang penting Shirootoladzii na'an'amta 'alaihim... Aku percaya bahwa aku tidak benar-benar sendirian. Seperti musafir, setiap detil kehidupanku pastikan ditemukan dengan banyak orang. Dan tugasku hanya berdoa agar selalu dipertemukan dan dikumpulkan dengan orang-orang yang baik di mata-Nya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sample Gadget 2

Pengikut